#Label1 .widget-content{ height:250px; width:auto; overflow:auto; }

Minggu, 29 September 2013

PUBLIC Communication

 Pendahuluan:

Komunikasi publik (public communication) adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah, atau kuliah (umum). Komunikasi publik biasanya berlangsung lebih formal dan lebih dari sulit dari pada komunikasi antar pribadi atau komunikasi kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang.

Ciri-ciri komunikasi publik adalah : terjadi di tempat umum (publik), misalnya di auditorium, kelas, tempat ibadah (masjid, gereja) atau tempat lainnya yang di hadiri sejumlah besar orang; merupakan peristiwa sosial yang biasanya telah direncanakan alih-alih peristiwa relatif informal yang tidak terstruktur; terdapat agenda; beberapa orang ditunjuk untuk menjalankan fungsi-fungsi khusus, seperti memperkenalkan pembicara, dan sebagainya; acara-acara lain mungkin direncanakan sebelum atau sesudah ceramah disampaikan pembicara. Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan, atau membujuk.
Macam-macam publik
Dalam lingkup organisasi/ perusahaan publik dibedakan menjadi:
1.    Publik internal dan publik eksternal
2.    Publik primer, sekunder, dan marjinal
3.    Proponent (publik yang memihak), opponent (publik yang menentang), dan uncommitted yang berarti publik yang tidak peduli. Sebagai perbandingan, saat suatu perusahaan memiliki 40 dari 50 karyawan yang uncommitted maka perusahaan dapat dikatakan “tidak sehat”.
4.    Mayoritas diam (silent majority) dan minoritas vokal (vocal minority) 


A.    Pengertian Komunikasi Publik
Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang yang berada dalam sebuah organisasi atau yang di luar organisasi, secara tatap muka atau melalui media. Namun dalam bagian ini yang akan dibahas hanyalah tatap muka di antara organisasi dan lingkungan eksternalnya. Brooks menguraikan tipe komunikasi publik ini sebagai monological karena hanya seorang yang biasanya terlibat dalam mengirimkan pesan kepada publik.
Kualitas yang membedakan komunikasi organisasi publik ini dengan komunikasi interpersonal dan komunikasi kelomok kecil adalah:
1.      Komunikasi publik berorientasi kepada si pembicara atau sumber. Sedangkan pada komunikasi interpersonal dan kelompok kecil terdapat hubungan timbale balik di antara si pembicara dengan si penerima yag terlibat. Pada komunikasi organisasi publik, si pembicara mendominasi hubungan.
2.      Pada komunikasi publik melibatkan sejumlah besar penerima tetap pada komunikasi intepesonal biasanya hanya 2 orang dan komunikasi kelompok kecil tidak lebih 5 – 7 orang penerima.
3.      Pada komunikasi publik kurang terdapat interaksi antara si pembicara dengan pendengar. Hal ini menjadikan kurangnya interksi secara langsung antara si pembicara dengan si pendengar lebih-lebih bila pendengarnya makin banyak.
4.      Bahasa yang digunakan dalam komunikasi publik lebih umum supaya dapat dipahami oleh pendengar.
B.     Tujuan Komunikasi Publik
      Tujuan umum dari komunikasi publik terutama sekali adalah untuk member informasi kepada sejumlah besar orang mengenai organisasi misalnya mengenai aktivitas-aktivitas organisasi dan hasil produksi organisasi. Selain itu komunikasi publik juga bertujuan untuk menjalin hubungan antara organisasi dengan masyarakat diluar organisasi. Komunikasi publik juga dapat digunakan untuk member hiburan. Tujuan-tujuan tersebut berhubungan satu sama lain dan sulit untuk dipisahkan. Di samping adanya tujuan umum juga terdapat tujuan khusus yang perlu ditetapkan. Tujuan-tujuan khusus ini dinyatakan dalam bentuk pernyataan dalam kalimat yang lengkap.
C.    Pentingnya Komunikasi Publik dalam Organisasi
      Organisai sebagai sistem terbuka dengan lingkungan luarnya terutama dengan badan-badan  yang berpengaruh kepada kehidupan organisasi itu sendiri. Sekarang kebanyakan organisasi merasa penting untuk mengadakan bagian hubungan masyarakat dalam organisasinya yang menangani khusus masalah promosi, penyiaran pers, kajian-kajian khusus, pertunjukan, dan darmawisata. Kebanyakan organisasi telah menyadari pentingnya komunikasi public ini dan telah mempunyai program-program khusus untuk itu. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya sekarang kita jumpai berbagai media yang digunakan untuk itu seperti brosur, majalah, surat-surat edaran CCTV dan poster.
D.    Tipe Komunikasi Publik dalam Organisasi
      Bentuk persentasi komunikasi organisasi publik secara garis besarnya dapat dibedakan atas dua kategori, yaitu yang bersifat pemberian informasi ndan mencari komitmen (commitment). Persentasi yang bersifat pemberian informasi dapat pula dibedakan sebagai berikut:
1.      Persentasi Orientasi
      Persentasi ini sengaja diberikan kepada karyawan-karyawan baru dalam organisasi untuk memperkenalkan mereka dengan lingkungan kerja yang baru. Persentasi ini merupakan satu seri komunikasi tertulis dan lisan yang menyangkut berbagai hal yang perlu diketahui oleh anggota organisasi.
2.      Persentasi untuk Latihan Pekerjaan Tertentu
      Bila sejumlah anggota organisasi diberi jabatan baru, mereka mesti dilatih untuk pekerjaan itu oleh pelatih, melalui beberapa bentuk komunikasi lisan. Memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu merupakan topik yang paling umum dari persentasi jabatan. Disamping itu juga diberi kesematan untuk berdialog antara pelatih dan yang dilatih.
3.      Laporan Status
      Tiap-tiap subunit organisasi haruslah menyampaikan informasi tentang apa yang mereka lakukan. Ini dilakukan untuk memudahakan dalam pemberian laporan status subunit masing-masing. Laporan status  biasanya mengalir menurut garis komando dalam organisasi.  Tiap-tiap supervisor melaporkan statusnya masing-masing kepada atasanya namun kadang laporan itu mengalir horizontal kepada unit atau subunit bila dirasa perlu. Laporan status kadang disertai memorandum dan laporan produksi. Laporan mungkin diberikan secara teratur dan juga kadang-kadang dapat diberikan secara informal.
4.      Laporan Kepada Dewan Pengurus
Anggota organisasi seringkali diminta untuk memberikan laporan kepada dewan pengurus atau yayasan yang membina organisasi. Kadang-kadang dewan pengurus ini mempunyai otoritas terhadap karyawan yang member persentasi dan kadang-kadang tidak.
5.      Rapat-rapat Umum
      Kadang-kadang pemimpin merasa perlu mengadakan rapat umum beserta seluruh karyawanya. Salah satu kegiatan utama dalam rapat tersebut adalah untuk memberikan informasi kepada karyawan yang mungkin berkenaan dengan kebijaksanaan umum yang baru atau peraturan baru yang perlu diketahui oleh karyawan, atau mengenai hal lainnya yang perlu diinformasikan secara cepat.
      Bentuk kedua dari komunikasi publik dalam organisasi adalah untuk mencari komitmen. Komunikasi ini dimaksudkan untuk mempengaruhi pendengar melalui informasi yang diberikan. Beberapa tipe dari persentasi ini adalah:
a.      Persentasi Pemasaran
Tipe yang paling nyata dari persentasi untuk mencari komitmen adalah persentasi yang dilakukan oleh seorang bagian pemasaran yang mencoba meyakinkan orang lain tentang hasil produksi atau pelayanan organisasinya. Atau persentasi yang diberikan oleh seorang pemimpin mengenai rencana baru yang dilakukannya dan mencari pemberian dana untuk itu.
b.      Persentasi Memotivasi
Bila persentasi yang diberikan untuk mempengaruhi orang agar mau bekerja keras atau meningkatkan produksi maka persentasi itu dimanakan memotivasi. Pesentasi ini dapat langsung diberikan secara tatap muka, dapat juga melalui media tertentu seperti Koran atau brosur.
c.       Persentasi penerimaan Karyawan atau Mahasiswa
Persentasi ini dilakukan secara tertulis yang menjelaskan syarat-syarat diperlukan bagi calon yang dibutuhkan. Di samping itu juga imbalan-imbalan apa yang akan diperoleh bila diterima.
d.      Pendekatan Tim
Pendekatan ini tidak sama dengan tiga bentuk yang telah dibicarakan di atas. Persentasi ini tidak terbatas pada situasi tertentu. Persetasi ini dibentuk sutu tim yang ahli dalam hal tersebut yang terdiri dari 3 atau 4 orang dan yang akan melakukan persentasi sesuai dengan bidang mereka masing-masing. Tujuan dari persentasi ini adalah untuk membujuk orang atau meyakinkan orang agar mau menerima ide-ide yang disampaikan.
E.     Analisis Pendengaran dan Persiapan Komunikasi Publik
      Berikut ini diberikan langkah-langkah secara garis besar dalam mempersiapkan suatu persentasi komunikasi publik bedasarkan analisis pendengar.
1.      Si pembicara menentukan siapa yang menjadi pendengarnya atau siapa yang akan mendengarkan. Si pembicara harus menjawab pertanyaan ini sebelum mengumpulkan data atau mempersiapkan persentasi. Pembicara hendaknya dapat mempelajari berapa besarnya pendengar dan latar belakang demografis dan psikologi mereka. Setelah itu baru memilih topik yang diduga disukai oleh pendengar.  Untuk mengetahiu informasi yang lebih banyak mengenai pendengar mungkin dapat dilakukan dengan melakukan interviu dengan beberapa yang mengetahiu keadan pendengar atau mungkin membca mengenai perspektif pendengar.
2.      Pembicara haruslah mengumpulkan data tentang pendengar. Setelah itu dia harus belajar tentang sikap dan karakteristik mereka. Dengan informasi yang diperoleh si pembicara dapat membentuk dugaan atau asumsi.
3.      Pembaca haruslah menulis paper posisi yang menjelaskan bagaimana reaksi pendengar menurut pikirannya.
4.      Berdasarkan informasi pada paper posisi si pembicara hendaknya membuat garis-garis besar dari pembicaraan.
5.      Bila lebih banyak informasi yang tersedia si pembicara hendaknya terus-menerus merevisi garis besar dari pembicaraan. Sifat fleksibel merupakan kunci dari proses perencanaan. Kapan saja pembicara menemukan efektivitas pembicaraannya hendaknya dilakukan perubahan.
F.     Penyampaian Komunikasi Publik
      Persiapan persentasi yang baik hendaklah diikuti dengan cara penyampaian yang baik sehingga memungkinkan komunikasi itu efektif. Kualitas penyampaian persentasi lisan ditentukan oleh pesan yang sengaja dimaksudkan dan juga oleh pesan yang tidak sengaja disampaikan. Pembicara bertanggung jawab memberikan persentasi yang berharga dank arena itu bertanggung jawab untuk menyampaikan seefektef mungkin. Untuk menyampaikan persentasi lisan dengan baik perlulah diperhatikan beberapa hal seperti bertkut:
1.      Kontak Mata
      Kontak mata adalah teknik komunikasi nonverbal yang sangat membantu si pembicara dalam menjelaskan idenya kepada pendengar. Di samping mempunyai kekuasaan yang membujuk, kontak mata juga membantu untuk menjaga perhatian pendengar. Seorang pembicara yang berhasil haruslah menjaga kontak mata dengan pendengarnya. Untuk mendapatkan hubungan dengan pendengar si pembicara hendaklah menjaga kontak mata langsung dengan pendengar kira-kira 75% dari waktu persentasinya. Kontak mata dengan pendengar membantu si pembicara mengetahui dan memonitor pemdengar dan merupakan balikan bagi si pembicara mengenai pesan yang disampaikan.
2.      Vokalik
      Kecepatan berbicara, nada dan irama suara, serta penekana pada kata-kata tertentu perlu diperhatikan dalam penyampaian persentasi lisan. Persentasi lisan yang disampaikan dengan suara yang jelas dan enak didengar dapat memukau pendengar. Tetapi sebaliknya persentasi yang disampaikan dengan suara yang tidak bervariasi, monoton akan membosankan para pendengarnya, sehingga mengurangi perhatian pendengar.
3.      Ketepatan
      Kadang-kadang suatu persentasi disampaikan dalam situasi informal atau dalam suasana pendengar rileks, maka penyampaian persentasipun henhaknya disesuaikan dengan situasi tersebut. Begitu juga sebaliknya, bila kondisi formal maka cara penyampaian persentasi juga hendaknya bersifat formal. Di smping mempertimbangkan kondisi dan topic pembicaraan, juga dipertimbangkan apa yang diharapkan si pendengar untuk didengar.
4.      Perencanaan
      Kunci strategi yang terbaik adalah perncanaan. Oleh karena itu sebelum penyampaian persentasi, si pembicara terlebih dahulu telah membuat perencanaan yang matang. Pilihan topic pembicaraan yang cocok untuk diberikan pada pendengar dengan berdasarkan analisis pendengar. Persiapkanlah materi yang diperlukan dan rencanakanlah bagaimana strategi penyampaian yang dikira cocok dengan pendengar.

source:
http://husadaindah.wordpress.com/2012/02/15/pengertian-komunikasi-publik/
http://kuliahonlinekomunikasi.blogspot.com/2011/09/komunikasi-publik.html

Proses Komunikasi

Seperti kita ketahui dari kesimpulan definisi komunikasi, bahwa komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Maka untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi tersebut dapat dilihat dari katagori proses komunikasi dengan peninjauan dari dua perspektif, yaitu :

Proses Komunikasi Dalam Perspektif Psikologis:

Dalam perspektif ini komunikasi terjadi antara komunikator dengan komunikan dalam menyampaikan pesan maka terjadi proses dalam dirinya masing-masing.
Pesan komunikasi tersebut terdiri dari dua hal, yaitu :
  1. Pertama isi pesan yang berupa pikiran, Walter Lippman menyebut isi pesan sebagai “picture in our head”.
  2. Kedua lambang yang pada umumnya adalah bahasa, baik dalam bahasa verbal ( dapat berpupa oral/terucap atau dapat berupa write/tulisan) maupun dalam bahasa non-verbal.

Dalam perspektif psikologis komunikator dalam pikiranya berusaha melakukan persepsi atau memahami dan selanjutnya memberikan makna isi pesan komunikasi. Upaya tersebut dinamakan encoding. Kemudian pesan tadi dikirimkan pada komunikan. Maka dalam pikiran komunikan juga terdapat proses upaya melakukan persepsi untuk memahami dan memaknai isi pesan komunikasi tadi, yang istilah prosesnya disebut decoding.

Proses Komunikasi Dalam Perspektif Mekanistis
Proses Komunikasi dalam perspektif mekanistis diklasifikasikan dalam proses komunikasi secara primer dan secara sekunder.

Proses Komunikasi Secara Primer
Proses Komunikasi Secara Primer disebut juga Komunikasi Diadik atau two way communication adalah proses penyampaian lambang-lambang antara komunikator pada komunikan secara langsung berhadapan muka (face to face) tanpa menggunakan perantara atau media. Menurut Mitcnell V. Chanley bahwa secara primer proses komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut :

FEEDBACK
Sebelum komunikator mengirim pesan-pesan kepada komunikan ia memberi makna pada pesan-pesan itu (encode). Pesan ditangkap komunikan dan diberi makna sesuai dengan konsep-konsep yang ia miliki (decode). Melalui proses interpretasi, yaitu menafsirkan makna-makna tersebut dari berbagai sudut pandang (perspektif), akan dihasilkan makna tertentu sesuai dengan kerangka pengalaman (field of reference) dan kerangka acuan (frame of reference) yang dimiliki oleh komunikan.
Keberhasilan komunikasi (yaitu komunikasi yang efektif) sangat ditentukan oleh beberapa besar kesamaan pengertian yang berhasil dibangun bersama (sharing). Semakin luas daerah overlap (saling pengertian) tercipta, semakin berhasil suatu proses komunikasi mencapai sasarannya.
Berdasarkan prosesnya, komunikasi dapat diklasifikasikan dalam :

  • Verbal Communication adalah komunikasi dengan menggunakan lambang bahasa (lisan atau pun tulisan). Bahasa adalah lambang yang paling banyak digunakan dalam komunikasi karena selain dapat mewakili kenyataan yang konkrit dan objektif dari lingkungan, juga dapat mewakili hal yang abstrak. Bahasa tulisan banyak digunakan dalam komunikasi massa.
  • Non-verbal Communication adalah komunikasi dengan gejala yang menyangkut bahasa tubuh dan gejala lain.
Ciri-ciri komunikasi diadik adalah sebagai berikut :
  1. Komunikasi dilakukan antara dua orang atau tiga orang
  2. Komunikasi dilakukan langsung (face to face) atau kadang menggukan media telephon.
  3. Komunikator dapat berubah statusnya menjadi komunikan, begitu juga sebaliknya komunikan dapat berubah menjadi komunikator, dan seterusnya berputar berganti-ganti selama proses Komunikasi Interpersonal berlangsung. Tetapi komunikator utama adalah si pembawa pesan atau yang pertama-tama menyampaikan pesan (message) sebab dialah yang memulai komunikasi dan mempunyai tujuan.
Efek komunikasi dapat terlihat langsung , baik secara verbal (dengan ucapan mengiyakan/menjawab) maupun secara non-verbal ( dengan bahasa tubuh/kinesik/kial dan isyarat).

Bahasa tubuh atau kinesik meliputi :
  • Gestures (gerak-gerik), missal gerak sering membetulkan posisi duduk tanda dari gelisah
  • Postures (sikap tubuh), missal di Indonesia dikenal :
Membusungkan dada tandanya sombong
Menundukan kepala tandanya merendah
Berdiri tegak tandanya berani
Bertopang dagu tandanya bersedih
Menadahkan tangan tandanya bermohon,
Dan sebagainya.

  • Facial expressions (ekspresi muka), misalnya :
Muka kaku disertai mata terbelalak tanda dari takut
Muka ditekan disertai mata dikerutkan ke depan tanda dari muak
Muka rileks disertai senyum tanda dari bahagia
Muka kencang disertai mata melotot tanda dari marah


  • Symbolic cloting (pakaian simbolik), misalnya warna pakaian serba hitam tandanya berkabung duka. Keberhasilan komunikasi diadik adalah dalam prosesnya si komunikator harus berupaya menyamakan field of reference dan frame of reference dari komunikan, disamping itu kedua pihak harus mempunyai emphaty.

Proses Komunikasi Secara Sekunder
Proses Komunikasi secara sekunder disebut juga Komunikasi Triadik atau multi level communication adalah proses penyampaian lambang-lambang antara komunikator dengan komunikan secara tidak langsung tetapi menggunakan perantara dengan media.




source :
http://inaskoel.blogspot.com/2012/11/proses-komunikasi.html
http://kampuskomunikasi.blogspot.com

Kamis, 26 September 2013

ARTI KEHADIRANMU (Chord)



C       Em        Am
JalanMu tak terselami
C       Em         F
Oleh setiap hati kami
Dm      Em          F
Namun satu hal kupercaya
Dm      Em         G
Ada rencana yang indah

C         Em       Am
Tiada terduga kasihMu
C         Em        F
Heran dan besar bagiku
Dm      Em        F
Arti kehadiranMu slalu 
Dm        Em        G
Nyata di dalam hidupku

Reff:
      C         G
PenyertaanMu sempurna
      Am            Em
RancanganMu penuh damai
      F     C
Aman dan sejahtera
      Dm           G
walau di tengah badai
       C          G
Ingin ku slalu bersama
    Am         Em
Rasakan keindahan
      F  G          C
Arti kehadiranMu Tuhan

Selasa, 24 September 2013

I Love You

You feel that you're lonely, it doesn't prove you are alone
you feel that nobody wants you, doesn't mean that no one cares about you
listen to the words I say, for I will always be by your side
you mean everything to Me
I will never leave you cause I love u so..

You think that you're nothing, before Me you are something beautiful
you think that you cant do anything, but you can do a lot of things with Me
listen to the words I say, that I will always be by your side
you mean everything to Me
I will never leave u cause I love u so...

When I say that I love you, it means I give the best for you
when I say that I love you, I will give everything for you
no more fear about the future, and blame for the past
I'll give everything, when I say that I love you...

I want you to know that I died for you
I want you to know that I give all My life for you
When I say that I love You...

Senin, 16 September 2013

Jadi Seperti-Mu

C           G
Bapa Kau setia
Am           F
Takkan meninggalkan
C          G              F                G
Dan kupercaya Engkau milikku dan 'ku milik-Mu
C        G
Kerinduanku
Am          F
Tinggikan nama-Mu
C         G              F               G
Karna kutahu Engkau dalamku dan ku dalam-Mu
      C        G    Am        Em  
Reff: Ubah hatiku seputih hati-Mu
        F           C 
      Setulus salib-Mu
      Dm           G 
      Kasih-Mu, Tuhan
      C        G    Am         Em
      Biar mataku seperti mata-Mu
      F            C 
      Pancarkan kasih-Mu
      F           G       C
      Ku mau jadi seperti-Mu

Sabtu, 14 September 2013

Kau Tuhan yang Benar -- UX Band

Kau gunung batuku dan Kau kota bentengku
Tak akan kuragu Kau menjamin hidup ku
Kau keselamatan ku dan Kau yang membelaku
Tak akan ku takut kuasa Mu di dalam ku

Walau badai menerpa di dalam hidup ku ini
namun tangan Mu Tuhan mengangkat ku tinggi


Kau Tuhan yang benar tak pernah tinggalkan
dahulu sekarang dan selamanya janji Mu tak berubah
Kau Alfa dan Omega awal dan akhir
semesta alam memuja Engkau Tuhan yang benar

Rabu, 11 September 2013

#God'sFavor

jalanMu diatas jalan-jalanku

rancanganMu melebihi rancanganku

firmanMu sungguh t'lah membebaskanku

berjalan lebih tinggi berjalan bersamaMu 


Untaian kata diatas adalah bagian dari lirik lagu Ku Kan Terbang, yang kerapkali kita nyanyikan pada saat pujian di gereja.

Jika diresapi, atau bahkan dilihat sekilas, kalimat tersebut adalah suatu kalimat yang meneguhkan dan menguatkan.

Jalan dan rancangan yang Tuhan tetapkan atas setiap kita adalah yang terbaik, diatas segala apa yang kita miliki.

Tuhan, sebelum merancangkan rencananya dan menetapkannya sebagai jalan bagi setiap kita sudah lebih dahulu memperhitungkannya.

Segala sesuatu yang yang tuhan siapkan dan lakukan bagi kita selalu mendatangkan kebaikan. pasti, janji Tuhan adalah Ya dan Amen.

Dan aku, adalah orang yang akan berjalan semakin hari semakin tinggi bersama dengan Tuhan. Tak ada yang mustahil bagiNya.

Ia adalah Allah yang menjanjikan bahwa aku akan naik naik dan tidak akan pernah Turun.

Yang menjadikan aku kepala dan bukan ekor.

Dan Ia senantiasa menyertai aku sampai pada akhir zaman.

Chosen Generation by me ^^




belajar dalam hitungan menit, mencoba dan menghasilkan satu. sangat sederhana dan perlu banyak belajar.
over all, thankyou God for the passion for the simple talent ^^

Senin, 02 September 2013

hey dude....i'm so blessed .. would you read my greatest simply story ?

gak kerasa satu bulan lebih sudah berlalu, sejak hari di mana aku mengikuti seleksi Beswan DJARUM 2013. Praise the Lord, bukan karena aku tapi karena aku punya Tuhan yang besar ! 3 tahap seleksi kulewati dengan penuh penyertaan Tuhan.Yes, i got it !!

Yang pertama, tahap seleksi berkas.
hampir tidak mengalami kesulitan dalam tahapan ini, kecuali surat keterangan dan tanda tangan yang berwajibnya. But it's okay. semuanya berjalan lancar sampai pada saat aku berdoa, dan mengumpulkan itu.

waktu pengumpulan berkas sampai pengumuman ketahapan selanjutnya membutuhkan waktu yang panjang, sampe sampe aku lupa kalo itu semua 'terjadi'..... gak yaaa, bercanda ^^
aku tetap lakukan bagianku, berdoa memohon sama Tuhan supaya Tuhan kasih kesempatan , bersyukur and than im still waiting ...

beberapa kali pihak djarum menghubungi, menyatakan aku lolos seleksi berkas dan siap melaju ke tahap berikutnya ... yeyeyeye ~ Psikotest dan tes wawancara ...

awalnya, aku nyangkanya 50 mahasiswa yang lolos seleksi berkas itu setelah melakukan psikotest, terus langsung ke wawancara. Eeeeh ternyata, biarlah kehendak Tuhan yang jadi buakn kehendakku.... hmmm, dari 50 yang mengikuti psikotes, 17 orang dengan nilai tertinggilah yang dinyatakan berhasil kemudian baru bisa mengikuti tes wawancara.... Ow Jesus, di situ sepertinya imanku diuji.... hahayy, shock therapy in the beautiful morning ...
tanpa persiapan yang matang dan dengan membawa panji kemenangan dari Tuhan aku tetap meyakinkan diriku bahwa semuanya pasti baik-baik saja. Dan, segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Tesnya gila, susah bener... ini psikotes pertama di sepanjang hidupku. beberapa jenis tes dengan waktu terbatas membuatku harus memeras seluruh protein dalam otakku untuk kerja sama, dan pastinya sesalu mengandalkan Tuhan...
sakit kepala, pengen muntah, sedih, takut semuanya jadi satu. Ditambah satu, rasa lapar.

Sampai pada akhirnya, pengumuman pun tiba. Puji Tuhan aku lolos peringkat ke 7 dari 17 orang yang dipilih untuk dapat menikuti tes selanjutnya, wawancara. aku hampir gak nyangka, soalnya saingannya berat-berat deh.

Sambil menunggu giliran tes wawancara kita sharing satu sama lain, semua maju satu per satu untuk memperkenalkan diri. sampai giliranku tiba, aku udah gugup banget. Tapi tetap, jadilah kehendak Tuhan di surga seperti di bumi.

aku melewati test dengan santai dan enjoy, but tetep aja takut. aku mulai bercerita tentang keseharianku. dari bangun pagi sampai tidur lagi, dari hari senin sampai ketemu senin lagi. pewawancaranya saat itu mendengarkan dengan penuh exited, yaa gak salah lah bikin aku semakin menggebu-gebu waktu tes nya. hiihihihi~

Habis tes wawancara sekitar 1-2 bulan barulah akan dikabarkan pemenangnya, kayak kuis aja. baru dikonfirmasikan kembali yang lolos tes wawancara. lamaaaaaaaaa, sempet lupa deh kalo lagi masa-masa penantian. gak ya, bercanda. dalam kurun waktu sekian lama, aku hampir gak pernah putus-putusnya berdoa buat beasiswa ini. karna aku tau, Tuhan akan beri jawaban yang terbaik.

"Tuhan, sekalipun aku tidak dapat beasiswa ini aku tetap percaya bahwa Tuhan sudah mempersiapkan rancangan yang jauh lebih baik bagiku"

singkat cerita, pada H-1 pengumuman aku masih sibuk dengan berbagai macam kegiatan kampus. Lupa, hampir.
Dan ketika hari pengumuman, aku mendapati 2 temanku yang lain sudah dapat hasil nya, sudah tau pengumuman kelulusannya. Huaaaaa, bagaimana dengan aku ???

dan ternyata benar, AKU LULUS !!! rencana Tuhan memang jauh lebih indah dari pada apapun yang ada di bumi. seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 9:2 "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."