Segala sesuatu itu mungkin bagi Tuhan, jelas tertulis dalam Lukas 1:37
Hidup di dalam dunia yang semakin hari semakin jahat ini membat anak-anak Tuhan harus benar-benar berada di dalam jlanNya Tuhan
Hidup dalam Tuhan bukan berarti tidak memeliki masalah apapun, TETAP selalu ada masalah yang harus dihadapi. di dalam Tuhan masalah yang harus dihadapi memiliki tujuan lain, selain penyelesaian dari masalah itu sendiri
Tuhan sedang melakukan proses bagi kita, 'pemurnian' agar kita menjadi anak yang berkenan baginya. dalam proses ini, gak main-main, sakit memang. Tuhan izinkan karena Tuhan tau kita mampu, ingat 1 Korintus 10:13b mencatat "Sebab Allah setia, karena itu dia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui batas kekuatanmu"
Sekalipun kita merasa tidak mampu dan tidak sanggup, masih ada Tuhan masih ada kuasa tak terbatas, so segala sesuatu mungkin bagi Tuhan^^
Tuhan sedang menunjukkan kebesaranNya dengan mujizat-mujizat yang akan ditunjukkannya pada kita dibalik setiap persoalan yang kita hadapi, tapi untuk melihat mejuzat-mujizat Tuhan juga ada syaratnya dan kriteria sesuai standart Allah, salah satu contohnya 'apakah anakKu ini harus melihat mujizat dulu agar percaya kepadaKu?'
Orang-orang mengalami mijizat sama seperti masalah, perlu seijin Tuhan karena dibalik setiap mujizatNya selalu ada rencana Tuhan. ini semua tergantung pada sikap hati yang kita pilih ketika badai pencobaan sedang menerpa. banyak anak-anak Tuhan jatuh dalam permasalahan dalam badai pencobaa dan tidak sedikit yang memilih untuk menyalahkan Tuhan bahkan meninggalkan Tuhan
Segala sesuatu mungkin bagi Tuhan, ketika kita sudah benar-benar tidak sanggup Nabi Yesaya menuliskan pada kitab Yesaya 59:1 bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menolong kita semuanya. Pilihlah sikap hati yang benar yang berkenanan dihadapan TUhan, jangan memaksakan kehendak kita tetapi berserah penuh kepada Tuhan karena segala sesuatu mungkin bagi Tuhan ^^
@RibcaMey13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar