People talk behind your back for 3 reasons :
1. When they can't reach your level
2. When they don't have what you have
3. When they try to copy your life style but can't
sempet shock liat sebuah pict yang tulisannya kayak gitu. setelah ditelaah, ciye ditelaah bahasanya -_-. itu BENER.Sometimes, aku risih denger kabar kalo si ini si itu ngomongin aku kaya gini kaya gitu. But, itulah kehidupan. easy going aja lah ...
Kenapa sih orang-orang kerap seperti itu. Hmmm sambil introspeksi diri juga sih, aku pernah begitu juga. Ternyata permasalahanya utamanya adalah terletak pada keinginan daging; IRI HATI .
Galatia 5:19-21 mengatakan "Perbuatan daging telah nyata: yaitu: pencabulan,
kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan,
perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan,
roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya"
Iri hati juga dapat di sebabkan ketika 3 alasan diatas. Iri hati yang dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi pokok akar pahit. itu sudah masuk fase krisis.
Seiring berjalannya waktu aku belajar, segala sesuatu yang Tuhan izinkan terjadi itu mendatangkan kebaikan. Tuhan tetap izinkan kita merasakan iri hati, selanjutnya tergantung sikap hati kita.
Ketika iri hati datang, sekarang aku mulai belajar untuk menjadikan itu motivasi agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Mungkin dulu aku akan memilih untuk 'menjauhi' orang yang membuat aku iri hati dan lama kelamaan aku akan memiliki akar pahit terhadapnya, selanjutnya aku akan memangkas habis berkat Tuhan atasku. Aku melakukan kesalahan besar, membuka celah dan membiarkan maut berkuasa atasku.
Ini kelihatan sebagai sesuatu hal yang kecil dan sebenarnya tidak diperhitungkan. Dunia mengatakan itu hal yang wajar. There's a simple things.
Tetapi dari hal-hal kecil itu aku MAU berubah, ketika aku bisa menghadapi hal-hal kecil itu tadi dengan sikap hati yang benar, aku percaya Tuhan akan beri sesuatu yang lebih besar, tanggung jawab.
Lukas 16:10 berkata "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
Sekali lagi, belajar memiliki sikap hati yang benar. aku mau Tuhan menguduskan aku dari segala sikap iri hati, aku tau ini adalah kelemahanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar